Monyet Bebas Ber Iman

Salah satu makhluk yang identik dengan space manusia adalah monyet. Teory Darwin yang kontroversial menyebutkan bahwa manusia berasal dari evolusi monyet yaitu binatang yang berjalan bungkuk menjadi tegak. Namun apakah Darwin lupa bahwa bedanya binatang dan manusia bukan hanya bentuk fisik saja, tetapi kemampuan berfikir dengan akal nya, dan ber perasaan dengan hatinya.

Binatang juga berperasaan tetapi dengan nalurinya, namun binatang tidak mempunyai intuisi, yaitu índera untuk mengetahui lebih jauh dan dalam yang tak mamu ditangkap oleh indera lahiriah. Demikian pula sebinatang monyet tak punya daya itelektualisme, lain hal nya dengan seorang manusia, dengan daya intelektualisme nya mampu meningkatkan diri dan ber evolusi sebagai manusia yang baik dan sempurna, mempunyai taraf  hidup layak dan komunitas yang elegant.

Namun bagi sebinatang monyet tetaplah seekor monyet, mereka tak mampu berfikir layaknya manusia normal, dan selalu tak mengerti ttg jalan kebenaran, yaitu jalan kesempurnaan manusia dalam kesadaran kepada Sang Pencipta. Itulah gambaran Monyet-monyet dalam dunia kebebasan dalam menentukan kedudukannya dihadapan Sang Pencipta.  Namun  fenomena yang terjadi saat ini jusatru sebaliknya, yaitu manusia  jiwanya banyak yang berevolusi menjadi monyet. Ia mendapatkan energi cosmik iblis dalam evolusi nya .  Saat ini mereka telah membentuk komunitas nya dalam dunia Monyet Faith Freedom (MFF), bahkan dengan kesesatan nya yang dibantu oleh intelektual iblis mereka membentuk komunitas dan mengaku sebagai manusia di Nusantara ini dalam wadah ” Indonesian Faith Freedom” .

Inilah Monyet yang berevolusi dengan energy Iblis.  Mereka berbentuk manusia namun daleman nya sungguh Monyet yang nyata, karena telah mendapatkan restu kutukan dari sang Pencipta. ” Jadilah kamu sekalian se ekor Monyet yang hina…….”

Manusia yang ber jiwa monyet tidak mengenal tentang kehidupan. Monyet yang ber evolusi menjadi manusia bagai manapun takan mampu menghadapi dan siap untuk menerima segala perbedaan dalam hidup . Sifat kebinatangan sangat kental sekali pada jiwa nya. Dia tak tahu apa yang disebut spiritual, sungguh masalah ini adalah sesuatu ynag gelap dalam fikirannya, sebab ia tak punya akal yang benar, tak mampu membedakan salah dan benar dalam kebenaran Tuhan. Ia sang Monyet hanya menghendaki kehidupan sebagai mana fikirannya, kalaupun di anggap benar adalah hanya berdasarkan nafsu  ambisi kebinatangan nya, dan jauh dari sifat humanisme.

Walaupun ia mengatakan kosep Pluralism atau Ham, itu hanyalah  wujud sikap penentangan yang halus terhadap kebenaran yang nyata. Sikap yang demikian itu menunjukan watak tipikal kebinatangan yang hanya meniru-niru konsep manusia. Yang dengan cara itu mereka menginginkan kebebasan hidup bersama manusia dan ingin diakui identitas nya sebagai mana manusia biasa, namun jiwa nya tetaplah sekali Monyet tetap Binatang. Itulah yang membedakan manusia degan binatang sebagai mana pada kitab-kitab suci agama para manusia disebutkan bahwa yang membedakannya adalah kedudukan akal. Monyet  akan selalu mempertahankan tipikal nya sebagai pembangkang terhadap kebenaran (  jelas…wog ia binatang , kok..!).  

Tipikal seperti ini sudah terjadi sejak jaman para Nabi dahulu kala, dan mereka turun temurun mewarisi sifat yang demikian sampai sekarang.  Mereka akan mudah membabi buta sejadi jadinya kalu di berikan kebenaran, dan akan membantai habis-habisan dalam bantahan kepada manusia dengan cara menghina dan mengejek sambil ketawa-tawa menyalahkan kebenaran versi manusia, seperti hal nya kumpulan monyet yang mempermain kan manusia di hutan. Namun ketika sang monyet di sodorkan pertanyaan tentang keimanan yang benar itu yang mana,…, maka dia akan  panik naik pitam tersinggung dan mengusir manusia dari dunia kemonyetan(IFF-FFI), dan argumen manusia akan masuk tong sampah. Mereka para monyet cenderung IQ nya  mentok akal nya tak mampu mengakses kebenaran.

Dan sudah pasti ia akan kalang kabut emosi, apalagi ketika manusia membalas mengejek nya dengan tipikal monyet, mereka mati kutu dan mengeluh kesah. Namun ketika manusia yes…yes saja dengan argumen monyet(IFF-FFI), maka hatinya bungah sumringah, bahkan mengaku manusia sebagai mana kawan nya, dan makin mengkilatlah pantat nya. Itulah sekilas kebebasan keimanan bagi sang monyet  yang memang tak mau sama dengan manusia umum nya. Menghadapi Monyet IFF-FFI yang seperti itu, cukuplah biarkan saja, tak perlu terpancing oleh tipikal kebinatangan mereka, sebab manusia biasa tentu diberikan kemampuan untuk membedakan salah dan benar, namun Monyet IFF hanya berani di kandang saja, sagat pengecut dan penakut untuk unjuk bendera di khalayak umum, dia hanya berani berkoar di balik dunia virtual.

Bila manusia bertanya mengenai keberdaan mereka maka tak perlu banyak dipersoalkan, memang mereka  Monyet-monyet IFF-FFI, diciptakan Tuhan sebagai pelengkap kehidupan, mewakili ras-ras binatang yang iri dengki kepada keberadaan manusia, sebagai pelajaran bagi manusia yang berakal bahwa Kuasa Tuhan ada dalam segala hal kehidupan ini. Dan sang Monyet sekarang dunianya ter isolir dari kehidupan manusia, walaupun demikian mereka tetap ingin berbuat untuk ketahanan hidupa nya dalam menebarkan kebencian diantara manusia dengan cara membuat wadah-wadah baru bersama kaum murtadin.  Padahal walapun tidak menyebutkan diri sebagai Murtadin, mereka tak pantas menyandang label tsb.

Karena label tsb walapun itu label Murtadin hanya layak sandang bagi manusia, sedangkan bagi Monyet IFF-FFI tak berlaku label tsb, sebab ia bukanlah ras manusia. Sekali Monyet tetaplah binatang hina, dan tak perlu pula mereka menyatakan kebebasan ber -iman, sebab itu hanya berlaku bagi manusia pula untuk menentukan pilihan hidup nya. Sedangkan Monyet IFF-FFI  tak akan pernah tahu selamanya apa yang nama nya ber iman, karena dalam jiwanya tidak terdapat sedikitpun kesadaran akan Tuhan.

Maka bila manusia bertemu dengan monyet-monyet IFF-FFI jangan di tanggapi oleh sikap manusia, tapi seranglah dengan tipikal mereka, maka mereka akan mati kutu uring-ringan seperti anak kehilangan mainan,. Yah………..namanya juga monyet, kalau ada yang bisa nangkep lumayan, bisa untuk doger monyet di prapapatan jalan.

————–

Dipublikasi di Uncategorized | 3 Komentar